Hubungan Tingkat Kecemasan dan Stres dengan Pola Makan pada Mahasiswa Tingkat IIA S1 Keperawatan Universitas Eka Harap Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1681Keywords:
Kecemasan, Mahasiswa Keperawatan, Pola Makan, StresAbstract
Masa perkuliahan disertai jadwal padat dan tuntutan akademik yang dapat menimbulkan kecemasan, stres, serta perubahan pola makan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dan stres dengan pola makan pada mahasiswa Tingkat IIA S1 Keperawatan Universitas Eka Harap Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 70 mahasiswa dan sebanyak 63 mahasiswa yang memenuhi kriteria menjadi responden melalui total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), tingkat stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10), dan pola makan menggunakan kuesioner frekuensi, waktu, jumlah, serta jenis makanan. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Kecemasan ringan ditemukan pada 19 responden (30,2%), stres sedang pada 42 responden (66,7%), dan pola makan teratur pada 42 responden (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan pola makan (rₛ = 0,455; p < 0,001) serta antara tingkat stres dengan pola makan (rₛ = 0,427; p < 0,001). Kedua hubungan berarah positif dengan kekuatan sedang. Semakin tinggi tingkat kecemasan dan stres, semakin besar kecenderungan mahasiswa memiliki pola makan tidak teratur.




