Pengaruh Yoga Pranayama Terhadap Skala Nyeri Dan Kadar Leukosit Pada Remaja Dismenore
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1682Keywords:
Yoga Pranayama, Dismenore, Skala Nyeri, Leukosit, RemajaAbstract
Dismenore merupakan keluhan menstruasi yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka kejadian dismenore di Indonesia tahun 2021 mencapai 64,25%, sedangkan di Jawa Timur tercatat 4.653 remaja yang mengalami dismenore. Studi pendahuluan di SMPN 1 Sidoarjo menunjukkan 43 siswi mengalami dismenore. Dismenore berkaitan dengan peningkatan prostaglandin dan proses inflamasi yang dapat memengaruhi kadar leukosit. Salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan respons inflamasi adalah latihan Yoga Pranayama melalui mekanisme relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom. Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh latihan yoga pranayama terhadap skala nyeri dan kadar leukosit pada remaja dengan dismenore. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 43 siswi dengan sampel sebanyak 28 siswi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Intervensi yoga pranayama 2 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit selama 4 minggu. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dan kadar leukosit diperiksa menggunakan hematology analyzer. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired t Test. Hasil Penelitian Rata-rata skala nyeri menurun dari 6 menjadi 4, sedangkan kadar leukosit meningkat dari 4.992,86 sel/µL menjadi 6.032,14 sel/µL. Hasil uji analisis nilai p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan Yoga Pranayama terhadap skala nyeri dan kadar leukosit pada remaja dismenore. Yoga Pranayama dapat menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mendukung penanganan dismenorea.




