Efektivitas Teknik Marmet Dan Pijatan Oksitosin Untuk Peningkatan Produksi Asi Di Puskesmas Kombos Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1683Keywords:
ASI, Teknik Marmet, Pijat Oksitiosin, Produksi ASI, Ibu MenyusuiAbstract
Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupan. Rendahnya produksi ASI menjadi salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik Marmet dan pijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 responden yang dibagi menjadi kelompok teknik marmet sebanyak 18 responden dan kelompok pijatan oksitosin sebanyak 18 responden. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi dan alat ukur volume ASI. Analisis data menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan seluruh responden kelompok marmet mencapai produksi ASI >30 ml setelah intervensi, sedangkan pada kelompok oksitosin sebanyak 15 responden (83,3%) mencapai >30 ml. Rerata peningkatan produksi ASI kelompok marmet sebesar 18,72 ml dan kelompok oksitosin sebesar 12,50 ml. Hasil uji menunjukkan p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulannya, teknik marmet lebih efektif dibandingkan pijatan oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI.
Kata kunci: ASI, Teknik Marmet, Pijat Oksitiosin, Produksi ASI, Ibu Menyusui




