Hubungan Perubahan Citra Tubuh dengan Status Emosional Pasien Hemodialisis di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1693Keywords:
Hemodialisis, Perubahan Citra Tubuh, Depresi, Kecemasan, StresAbstract
Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat mengalami berbagai perubahan fisik, antara lain perubahan akses vaskular, hiperpigmentasi kulit, pruritus, edema, maupun bentuk tubuh yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh. Perubahan citra tubuh dapat berdampak pada status emosional berupa depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian sebelumnya lebih banyak meneliti citra tubuh dengan kualitas hidup, sedangkan penelitian mengenai hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pada pasien hemodialisis masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional yang meliputi depresi, kecemasan, dan stres pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 60 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner Body Image Scale (BIS) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Data dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perubahan citra tubuh dengan depresi (p-value = 0,000; r = 0,638), kecemasan (p-value = 0,005; r = 0,355), dan stres (p-value = 0,000; r = 0,596). Perubahan fisik akibat penyakit dan hemodialisis yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh, menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan, serta berdampak pada kondisi psikologis pasien. Semakin negatif persepsi pasien terhadap citra tubuhnya, maka semakin tinggi tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang dialami pasien.




