Hubungan Harga Diri (Self-Esteem) dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Pengguna Media Sosial di SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1701Keywords:
FoMO, Harga Diri, Pengguna Media Sosial, RemajaAbstract
Latar Belakang: Fear of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan takut, cemas, khawatir tertinggal informasi atau pengalaman yang dialami orang lain. Terutama pada remaja yang memiliki harga diri rendah lebih mudah mengalami FoMO, khususnya remaja Pengguna Media Sosial. berdasarkan fenomena yang ditemukan di SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya, penggunaan media sosial cukup banyak dijumpai pada siswa dan siswi yang telah memasuki usia remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri (Self-Esteem) dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja Pengguna Media Sosial di SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 58 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: berdasarkan hasil uji Rank Spearman yaitu Ha P-value = 0,004 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha < 0,05. Maka hipotesis Ha diterima, dan artinya ada Hubungan Harga diri (Self-Esteem) dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja Pengguna Media Sosial di SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri (Self-Esteem) dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja Pengguna Media Sosial di SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya. Hubungan tersebut bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat harga diri remaja, maka semakin rendah tingkat FoMO yang dialaminya.




