Perbandingan Konsumsi Tablet Fe Dan Puding Daun Katuk Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Putri Di Universitas Muhammadiyah Manado
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1704Keywords:
Tablet Fe, Puding Daun Katuk, Hemoglobin, Remaja Putri, AnemiaAbstract
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat memengaruhi kebugaran, konsentrasi, serta prestasi akademik. Tablet Fe merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Hemoglobin, namun puding daun katuk dapat menjadi alternatif pangan yang berpotensi membantu meningkatkan kadar Hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsumsi tablet Fe dan puding daun katuk terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi kelompok tablet Fe dan kelompok puding daun katuk, masing-masing 15 responden. Kelompok tablet Fe diberikan 60 mg/hari, sedangkan kelompok puding daun katuk diberikan 100 gram/hari selama 7 hari. Kadar Hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil:Terdapat peningkatan kadar Hemoglobin yang signifikan pada kedua kelompok (p=0,001). Rata-rata peningkatan kadar Hemoglobin pada kelompok tablet Fe sebesar 1,87 g/dL, sedangkan kelompok puding daun katuk sebesar 0,87 g/dL. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kadar Hemoglobin yang signifikan antara kedua kelompok (U=0,000; p<0,001). Kesimpulan: Konsumsi tablet Fe dan puding daun katuk sama-sama dapat meningkatkan kadar Hemoglobin, namun tablet Fe lebih efektif dibandingkan puding daun katuk.
Kata kunci: anemia, Hemoglobin, puding daun katuk, remaja putri, tablet Fe




