Hubungan Faktor Resiko Dengan Prevalensi Stroke Pada Lansia Di Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1721Keywords:
Faktor resiko, stroke, lansiaAbstract
Stoke merupakan penyakit yang menimbulkan kecatatan tertinggi di dunia. Angka kejadina stroke naik dari tahun
ketahun. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kejadian stroke dari tahun 2017.
Beberapa factor yang diprediksi dapat menyebabkan penyakit stroke diantaranya adalah umur, kadar gula darah,
kadar kolesterol darah, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi dan aktifitas fisik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor resiko dengan prevalensi stroke dengan populasi
masyarakat Kelurahan Argasari yang dipilih berdasarkan kriteria umur lebih dari 35 tahun sebanyak 45 orang.
Instrument penelitian ini dengan menggunakan Stroke Risk Score Card. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan regresi linier.Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara faktor resiko dengan
prevalensi stroke (p-value =0,633). Sementara semakin tua umur maka memiliki kecenderungan untuk stroke
sebesar 3,8 kali, gula darah normal memiliki kecenderungan mengalami stroke sebesar 0,82 kali, kebiasaan
merokok memiliki kontribusi sebesar 3,6 kali, tekanan darah tinggi memicu terjadinya stroke sebesar 4,62 kali lipat
dan aktifitas fisik memiliki kontribusi sebesar 0,8 kali lipat terjadinya stroke.
Saran kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai faktor resiko tersebut dengan tetap melakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala dan menjaga pola hidup tetap sehat dengan berolahraga yang teratur, menghindari
merokok dan mengontrol tekanan darah.




