Faktor Penghambat Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Puskesmas Ranomuut Kota

Authors

  • Pratiwi Nisa Setia Sari Universitas Muhammadiyah Manado
  • Nelawati Radjamuda Universitas Muhammadiyah Manado
  • Endang Puji Ati Universitas Muhammadiyah Manado
  • Irne Wida Desiyanti Universitas Muhammadiyah Manado
  • Risna Ayu Rahmadani Universitas Muhammadiyah Manado

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1729

Keywords:

Faktor Penghambat, Insiasi Menyusui Dini, Puskesmas, Social Ecological Model

Abstract

Latar belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir karena memberikan kesempatan kepada bayi melakukan kontak kulit ke kulit dan mulai menyusu secara alami pada satu jam pertama setelah lahir. Meskipun memiliki berbagai manfaat, pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut Kota Manado masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penghambat pelaksanaan IMD berdasarkan pendekatan Social Ecological Model (SEM). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah tujuh orang yang terdiri dari kepala puskesmas, dua bidan, dua ibu nifas, seorang suami, dan seorang anggota keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu meliputi keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mengenai IMD serta kondisi psikologis berupa kelelahan, keraguan, kecemasan, dan kekhawatiran terhadap keamanan bayi. Faktor interpersonal meliputi keterbatasan pengetahuan dan dukungan suami serta keluarga, pengaruh kepercayaan dan kebiasaan keluarga, serta komunikasi dan pendampingan tenaga kesehatan yang belum optimal. Faktor organisasi berkaitan dengan keterbatasan media edukasi khusus IMD dan sumber daya manusia pada situasi persalinan tertentu, meskipun fasilitas dasar tersedia. Faktor kebijakan menunjukkan bahwa SOP dan program edukasi melalui ANC serta kelas ibu hamil telah tersedia, tetapi masih terdapat kesenjangan antara kebijakan formal dan implementasi teknis. Faktor interpersonal menjadi hambatan paling dominan. Pelaksanaan IMD memerlukan penguatan edukasi, dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, sumber daya, dan monitoring penerapan SOP secara berkelanjutan.

Published

2026-09-08

How to Cite

Sari, P. N. S., Radjamuda, N., Ati, E. P., Desiyanti, I. W., & Rahmadani, R. A. (2026). Faktor Penghambat Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Puskesmas Ranomuut Kota. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 5195–5199. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1729

Issue

Section

Articles