Hubungan Teknik Radioterapi Terhadap Toksisitas Akut Gastrointestinal Dan Genitourinari Berdasarkan Kriteria Rtog Pada Pasien Kanker Serviks Di RS Kanker Dharmais
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1730Keywords:
kanker serviks, radioterapi, IMRT, RTOG, toksisitasAbstract
Kanker serviks merupakan salah satu keganasan ginekologi yang paling sering memerlukan
radioterapi sebagai modalitas terapi utama, terutama pada stadium lokal lanjut kanker serviks.
Radioterapi eksternal dapat menyebabkan toksisitas akut gastrointestinal (GI) dan genitourinari (GU)
akibat paparan radiasi pada organ pelvis di sekitarnya. Teknik radioterapi modern seperti Intensity
Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) diharapkan
dapat menurunkan toksisitas dibandingkan teknik konvensional Three Dimensional Conformal
Radiotherapy (3DCRT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan teknik radioterapi terhadap
toksisitas akut GI dan GU berdasarkan kriteria Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) pada
pasien kanker serviks di RS Kanker Dharmais. Penelitian menggunakan desain retrospektif analitik
terhadap 30 pasien kanker serviks yang menjalani EBRT. Teknik radioterapi dikategorikan menjadi
teknik modern (IMRT dan VMAT) dan teknik konvensional (3DCRT). Toksisitas diklasifikasikan
menjadi toksisitas ringan (grade 0–1) dan toksisitas bermakna klinis (grade ≥2). Analisis statistik
menggunakan uji Fisher Exact dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat
hubungan yang bermakna antara teknik radioterapi dengan toksisitas GI (p=0.645) maupun toksisitas
GU (p=1.000). Usia juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap toksisitas GI (p=0.603)
dan GU (p=0.402). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik radioterapi tidak
berhubungan secara signifikan terhadap toksisitas akut GI dan GU pada pasien kanker serviks.




