Perbedaan Kenaikan Berat Badan antara Pendidikan Ibu pada Balita Penerima PMT di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir

Authors

  • Aditya Bayu Bramastha Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Agung Nugroho Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Siti Fadhilatun Nashriyah Universitas Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1786

Keywords:

Balita, Kenaikan Berat Badan, Pendidikan Ibu, Program Pemberian Makanan Tambahan, PMT

Abstract

Latar Belakang: Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperbaiki status gizi balita. Keberhasilan program PMT dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat pendidikan ibu yang berperan dalam kemampuan menerima informasi kesehatan, praktik pemberian makan, dan pengasuhan anak. Namun, belum diketahui apakah terdapat perbedaan kenaikan berat badan balita berdasarkan tingkat pendidikan ibu pada penerima PMT di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Tujuan: Mengetahui perbedaan kenaikan berat badan berdasarkan tingkat pendidikan ibu pada balita penerima Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder. Populasi penelitian sebanyak 86 balita penerima PMT, sedangkan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48 balita dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah tingkat pendidikan ibu, sedangkan variabel dependen adalah kenaikan berat badan balita setelah mengikuti PMT selama 60 hari. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk. Karena data tidak berdistribusi normal (p = 0,00181), analisis dilanjutkan menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki tingkat pendidikan menengah sebanyak 28 responden (58,33%), diikuti pendidikan tinggi sebanyak 12 responden (25,00%), pendidikan dasar sebanyak 6 responden (12,50%), dan tidak sekolah sebanyak 2 responden (4,17%). Mayoritas balita berjenis kelamin laki-laki (58,33%). Rata-rata berat badan sebelum PMT adalah 9,69 ± 1,53 kg dan meningkat menjadi 10,09 ± 1,56 kg setelah PMT, dengan rata-rata kenaikan berat badan 0,39 ± 0,50 kg. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan kenaikan berat badan berdasarkan tingkat pendidikan ibu (p = 0,5988).

Published

2026-10-12

How to Cite

Bramastha, A. B., Nugroho, A., & Nashriyah, S. F. (2026). Perbedaan Kenaikan Berat Badan antara Pendidikan Ibu pada Balita Penerima PMT di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 7787–7796. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1786

Issue

Section

Articles