Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Tentang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah

Authors

  • Siti Fatimah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Syamsul Firdaus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Lukman Harun Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1809

Keywords:

Kepercayaan Budaya, Orang Dengan Gangguan Jiwa, Pengalaman Kontak, Sikap Masyarakat, Stigma

Abstract

Stigma masyarakat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi hambatan utama dalam upaya pemulihan dan peningkatan kualitas hidup penyandang gangguan jiwa. Berbagai faktor seperti sikap masyarakat, pengalaman kontak, akses layanan kesehatan, akses informasi kesehatan jiwa, dan kepercayaan budaya diduga berhubungan dengan terbentuknya stigma terhadap ODGJ. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap ODGJ di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat berusia 25–55 tahun di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan Kelurahan Kurun. Sampel sebanyak 99 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebagian besar responden memiliki stigma kategori sedang (49,5%), sikap positif (58,6%), pengalaman kontak sedang (46,5%), akses layanan kesehatan sedang (51,5%), akses informasi kesehatan jiwa cukup (47,5%), dan kepercayaan budaya positif (61,6%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat (p=0,001), pengalaman kontak (p=0,003), akses layanan kesehatan (p=0,021), akses informasi kesehatan jiwa (p=0,008), serta kepercayaan budaya (p=0,002) dengan stigma masyarakat terhadap ODGJ. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa sikap masyarakat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan stigma terhadap ODGJ (OR=4,82; p=0,001). Stigma masyarakat terhadap ODGJ dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan sosial, dengan sikap masyarakat sebagai faktor yang paling dominan. Upaya penurunan stigma perlu difokuskan pada peningkatan sikap positif melalui edukasi kesehatan jiwa, peningkatan literasi kesehatan mental, perluasan akses informasi dan pelayanan kesehatan jiwa, serta peningkatan pengalaman kontak yang positif dengan ODGJ melalui pemberdayaan masyarakat.

Published

2026-10-10

How to Cite

Fatimah, S., Firdaus, S., & Harun, L. (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Tentang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 7585–7596. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1809

Issue

Section

Articles