Efektivitas Senam Dismenore Dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada Mahasiswa Kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1861Keywords:
Nyeri Haid, Dismenore, Mahasiswa Kebidanan, Senam Dismenore, Kompres HangatAbstract
Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita
yang mengalami dismenore, 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat (WHO, 2020). Tahun 2021 WHO
menyatakan prevalensi dismenore berkisar antara 1,7% sampai 97% pada 106 studi dengan jumlah responden
125.249 wanita (WHO, 2021). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan prevalensi dismenore antara tahun 2020
dan 2021. Di Indonesia sendiri angka kejadian dismenore pada wanita yang berusia 14-19 tahun sebesar 64,25%
yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Halim et al., 2023). Sedangkan dari
data SDKI prevalensi kejadian dismenore di Deli Serdang tahun 2022 mencapai 60-70% (SDKI, 2022)Tingginya
angka tersebut menunjukkan bahwa dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan menstruasi yang perlu
mendapatkan perhatian pada kelompok remaja putri, khususnya di wilayah Kecamatan Cinere. Tujuan penelitian
mengetahui efektivitas senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada
mahasiswa kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan
menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan One
Group Pre test -Post test Design. Berdasarkan analisis data dilakukan uji normalitas diketahui bahwa data
berdistribusi normal (p<0,05), sehingga untuk melihat adanya efektivitas atau tidak maka digunakan uji paired t-
test. Hasil uji paired t-test berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan nilai signifikansi Asymp.sig. (2-tailed) = 0,000
(<0,05). Nilai signifikansi <0.05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan
sesudah diberikan senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa terapi senam dismenore dan kompres hangat berpengaruh secara signifikan
Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada mahasiswa kebidanan politeknik tiara bunda Tahun 2026.




