Hubungan Peran Keluarga Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Kayon Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1891Keywords:
Peran Keluarga, Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus.Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai
dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin,
atau keduanya. Pengendalian kadar glukosa darah memerlukan keterlibatan keluarga
sebagai sistem pendukung utama dalam membantu pasien menjalankan pengobatan,
mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik, dan memantau kondisi kesehatannya.
Berdasarkan fenomena di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya, jumlah penderita
diabetes melitus terus meningkat dan masih banyak pasien yang memiliki kadar glukosa
darah tidak terkontrol, sehingga diperlukan optimalisasi peran keluarga dalam
pengelolaan penyakit.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran keluarga dengan kadar glukosa darah pada
penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan
cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 82 penderita diabetes melitus dengan
sampel sebanyak 45 responden yang dipilih menggunakan teknik Consecutive
Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran keluarga dan lembar
observasi kadar glukosa darah, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki peran keluarga kategori cukup sebanyak 38
responden (84,4%), sedangkan kadar glukosa darah sebagian besar berada pada kategori
tidak terkontrol sebanyak 37 responden (82,2%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan
nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,904 dengan p-value < 0,001 (<0,05), sehingga H0
ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan
kekuatan hubungan sangat kuat antara peran keluarga dan kadar glukosa darah pada
penderita diabetes melitus.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan kadar
glukosa darah pada penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka
Raya. Semakin baik peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada penderita
diabetes melitus, maka semakin baik pula pengendalian kadar glukosa darah pasien.




