Hubungan Tіngkat Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Kayu Manіs Sebagaі Terapі Komplementer Pada Pasіen Dіabetes Melіtus Tipe-2 Dі Rungan Penyakіt Dalam RSUD Ulіn Banjarmasіn
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1945Keywords:
Diabetes Melitus, Kayu Manis, Pengetahuan, Terapi Komplementer.Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan
pengelolaan glukosa darah secara berkelanjutan. Selain terapi farmakologis, penggunaan terapi
komplementer seperti kayu manis mulai banyak diminati karena kandungan senyawa bioaktifnya
yang berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, namun pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh
tingkat pengetahuan pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien
dengan kecenderungan pemanfaatan kayu manis sebagai terapi komplementer pada penderita
Diabetes Melitus di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Desain penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30
responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank
dengan tingkat signifikansi .
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
pengetahuan dalam kategori cukup (50,0%) dan mayoritas responden (53,3%) masih jarang
memanfaatkan kayu manis. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan
yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan pasien dengan pemanfaatan kayu manis, dengan
nilai koefisien korelasi sebesar 0,612 dan p-value 0,000 ().
Simpulan: Temuan ini menegaskan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
pasien dengan pemanfaatan kayu manis sebagai terapi komplementer, di mana semakin tinggi
tingkat pengetahuan pasien, semakin tinggi pula kecenderungan untuk memanfaatkannya sebagai
terapi pendamping DM.
Kata Kunci: diabetes melitus, kayu manis, pengetahuan, terapi komplementer.




