Penerapan MMSE Sebagai Upaya Deteksi Dini Status Kognitif Lansia Di Prolanis Puskesmas Purwokerto Timur 1 Kabupaten Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1949Keywords:
MMSE, Deteksi Dini, Status Kognitif, LansiaAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi tingginya angka gangguan kognitif pada lansia, di mana skrining fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) belum menjadi kegiatan rutin dalam pelayanan Prolanis di Puskesmas Purwokerto Timur 1. Tujuannya adalah menerapkan MMSE untuk deteksi dini status kognitif lansia peserta Prolanis, mengetahui karakteristik peserta (usia dan jenis kelamin), serta nilai MMSE berdasarkan karakteristik tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 dengan sasaran 25 lansia berusia 60 tahun ke atas yang aktif mengikuti Prolanis. Metode dilakukan melalui skrining individual menggunakan lembar MMSE yang menilai orientasi, registrasi, perhatian-kalkulasi, memori, bahasa, dan kemampuan visuospasial, didahului tahap koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta persiapan instrumen dan informed consent. Hasil menunjukkan mayoritas peserta perempuan (64%), terbanyak pada kelompok usia 65–69 tahun (40%). Skor MMSE berkisar 19–28: sebanyak 18 peserta (72%) berstatus kognitif normal dan 7 peserta (28%) mengalami probable gangguan kognitif ringan, tanpa ditemukan kategori gangguan kognitif berat. Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki menunjukkan proporsi normal lebih tinggi (77,8%) dibanding perempuan (68,8%); kelompok usia 75–79 tahun menunjukkan proporsi gangguan kognitif tertinggi (50%). Disimpulkan bahwa MMSE efektif sebagai alat deteksi dini status kognitif lansia. Saran diberikan agar Puskesmas rutin melakukan skrining berkala, khususnya pada kelompok usia rentan, serta melibatkan lebih banyak opeserta pada kegiatan serupa di masa mendatang.




