Pengaruh Storytelling Digital Kartun Terhadap Kecemasan Anak Yang Mendapatkan Tindakan Invasif
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1976Keywords:
Hospitalisasi, Kecemasan Anak, Storytelling Digital Kartun, Tindakan Invasif, Terapi BermainAbstract
Tindakan invasif pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis
serta tingkat kerja sama anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk
menurunkan kecemasan adalah storytelling digital kartun sebagai bentuk terapi bermain dengan
pendekatan distraksi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling
digital kartun terhadap tingkat kecemasan anak yang mendapatkan tindakan invasif. Penelitian ini
menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group design. Sampel berjumlah 30
anak usia 3–12 tahun yang menjalani tindakan invasif di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad
Provinsi Riau, terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dengan teknik
consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data
dilakukan secara univariat menggunakan nilai minimum, maksimum, mean, dan median serta analisis
bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak pada
kelompok intervensi berada pada kategori tidak cemas hingga cemas ringan, sedangkan kelompok
kontrol mayoritas berada pada kategori cemas sedang hingga sangat cemas. Uji statistik menunjukkan
nilai p value = 0.001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan storytelling digital kartun
terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa storytelling digital
kartun efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi bermain nonfarmakologis untuk
meningkatkan kenyamanan dan kualitas asuhan keperawatan anak. Intervensi ini direkomendasikan
untuk diterapkan dalam praktik keperawatan anak serta dikembangkan melalui penelitian dengan sampel
lebih besar dan desain yang lebih kuat.




