Determinan Menarche Dini Pada Remaja Putri Di Madrasah Ibtidaiyah Al Muslimin Di Cikarang Utara Bekasi Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2096Keywords:
Menarche Dini, Remaja PutriAbstract
Menarche adalah pengalaman mendapatkan haid yang pertama kali dialami remaja putri sebelum masuk pada masa reproduksi yang penting dengan melibatkan proses siklus kehidupan. Di Indonesia, berdasarkan data populasi anak usia 6–18 tahun, tercatat bahwa 38,7% atau sekitar 23.460 dari 60.609 anak perempuan mengalami menarche pada usia 9 hingga 12 tahun. Pada tahun 2019 jumlah remaja putri berdasarkan usia 10-14 tahun mencapai 86,6% dari total 976,9 remaja putri, BPS Kabupaten Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kejadian yang berhubungan dengan menarche dini pada anak usia 10-12 tahun di Madrasah Ibtidaiyah Cikarang Utara Bekasi. Jenis penelitian ini merupakan studi analitik kuantitaif, Desain yang digunakan adalah cross sectional. Dimana variabel independent (status gizi, pengetahuan, aktivitas fisik/olahraga, keterpaparan media massa/elektronik) sedangkan variabel dependent (menarche dini). Populasi dalam penelitian adalah 141 siswi kelas IV dan V di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muslimin bulan Mei2026. Sampel penelitian ini adalah total sampling yaitu 33 sampel. Instrumen yang digunakan yaitu keusioner. Data dianalsis dengan menggunaka uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian menarche dini di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muslimin Cikarang Utara Tahun 2026 salah status gizi (p=0.009), pengetahuan (p=0.003), aktivitas fisik/olahraga (p=0.008), keterpaparan media massa/elektronik (p=0.005). terdapat 4 variabel dan semua variabel berhubungan dengan menarche dini. Diharapkan responden yang mengalami menarche dini dapat mengetahui dampak menarche.




