Hubungan Kepatuhan Pemeriksaan Kesehatan Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Teluk Bayur

Authors

  • Adi Wijaya Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Vera Veriyallia Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2109

Keywords:

Kepatuhan, Pemeriksaan Kesehatan, Kualitas Hidup, Lansia, Hipertensi

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan kronis yang membutuhkan pemantauan secara rutin. Ketidakpatuhan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dapat menyebabkan kondisi hipertensi tidak terpantau dengan baik dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup lansia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Teluk Bayur, kepatuhan pemeriksaan kesehatan lansia hipertensi masih menjadi perhatian, sehingga perlu diketahui hubungannya dengan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pemeriksaan kesehatan dengan kualitas hidup lansia hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Teluk Bayur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 106 lansia penderita hipertensi grade 1, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan pemeriksaan kesehatan rutin yang terdiri dari 11 pernyataan dan kuesioner WHOQoL-BREF sebanyak 26 pertanyaan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari 52 responden, sebanyak 32 responden tidak patuh dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, dengan 29 responden (90,6%) memiliki kualitas hidup kurang dan 3 responden (9,4%) memiliki kualitas hidup baik. Sementara itu, dari 20 responden yang patuh, sebanyak 4 responden (20,0%) memiliki kualitas hidup kurang dan 16 responden (80,0%) memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Sig. (p-value) = 0,000 (p < 0,05). Nilai Risk Estimate = 4,531, yang menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh memiliki risiko 4,531 kali lebih besar mengalami kualitas hidup kurang dibandingkan responden yang patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pemeriksaan kesehatan dengan kualitas hidup lansia hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Teluk Bayur. Lansia yang patuh melakukan pemeriksaan kesehatan cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak patuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pelayanan keperawatan dalam meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kesehatan dan mempertahankan kualitas hidup lansia hipertensi.

Published

2026-10-01

How to Cite

Wijaya, A., & Veriyallia, V. (2026). Hubungan Kepatuhan Pemeriksaan Kesehatan Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Teluk Bayur. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 7291–7299. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2109

Issue

Section

Articles