Gambaran Waktu Pulih Sadar Menggunakan Modified Aldrete Score pada Pasien Pasca Total Intravenous Anesthesia di RSI Fatimah Cilacap
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2123Keywords:
Anestesi Umum, Modified Aldrete Score, TIVA, Waktu Pulih SadarAbstract
Latar Belakang: Total Intravenous Anesthesia (TIVA) merupakan teknik anestesi umum yang banyak digunakan karena memiliki onset kerja cepat dan profil pemulihan yang baik. Meskipun demikian, waktu pulih sadar pasien pasca-TIVA tetap perlu dipantau secara ketat di ruang pemulihan menggunakan instrumen objektif seperti Modified Aldrete Score untuk mencegah terjadinya komplikasi pascaoperasi. Tujuan: Mengetahui gambaran waktu pulih sadar menggunakan Modified Aldrete Score pada pasien pasca-TIVA di RSI Fatimah Cilacap, serta mendeskripsikan distribusinya berdasarkan jenis kelamin, usia, status fisik ASA, IMT, dan jenis operasi. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling terhadap 44 pasien pasca-TIVA di Ruang IBS RSI Fatimah Cilacap. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi Modified Aldrete Score dan dianalisis secara univariat. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (59,1%), usia 18–44 tahun (72,7%), ASA I (54,5%), IMT overweight (52,3%), dan menjalani operasi sedang (56,8%). Sebagian besar responden (70,5% atau 31 pasien) mengalami waktu pulih sadar normal (≤ 15 menit), sedangkan 29,5% (13 pasien) mengalami pemulihan lambat (> 15 menit). Ditemukan kecenderungan bahwa seluruh responden kelompok lansia (≥ 60 tahun) mengalami pulih sadar lambat, dan proporsi keterlambatan juga lebih tinggi pada responden dengan status ASA II. Selama observasi, ditemukan 1 responden (2,3%) mengalami komplikasi mual muntah ringan di ruang pemulihan. Kesimpulan: Mayoritas pasien pasca-TIVA di RSI Fatimah Cilacap mencapai waktu pulih sadar dalam kategori normal, namun kelompok usia lanjut dan status ASA II cenderung mengalami keterlambatan pulih sadar, sehingga pemantauan berkala menggunakan Modified Aldrete Score tetap esensial untuk mendeteksi dini risiko tersebut.




