Hubungan Antara Waktu Tunggu Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Sebelum Induksi Anestesi Di Ruang Pra-Anestesi Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2144Keywords:
Kecemasan, Periode Praoperatif, Waktu TungguAbstract
Pembedahan dapat menimbulkan stres fisik dan psikologis, salah satunya kecemasan sebelum tindakan. Waktu tunggu sebelum induksi anestesi diduga berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan tingkat kecemasan pasien sebelum induksi anestesi di ruang pra-anestesi RST Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 77 pasien anestesi elektif yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan waktu tunggu diukur berdasarkan lama pasien berada di ruang pra-anestesi sebelum induksi anestesi. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan waktu tunggu terbanyak adalah 20–29 menit sebanyak 30 responden (39,0%) dan tingkat kecemasan terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 27 responden (35,1%). Hasil uji menunjukkan koefisien korelasi r = 0,245 dan p = 0,032 (p < 0,05). Kesimpulan pengelolaan waktu tunggu sebelum induksi anestesi berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien di ruang pra-anestesi, dengan kekuatan hubungan rendah. Pengelolaan waktu tunggu dan pemberian informasi yang memadai selama periode pra-anestesi disarankan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien sebelum induksi anestesi.




