Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruangan Hemodialisa di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2173Keywords:
Tingkat Pendidikan, Kepatuhan, Pembatasan Cairan, Gagal Ginjal Kronik, HemodialisaAbstract
Kepatuhan dalam menjalankan pembatasan cairan merupakan bagian penting dalam perawatan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti edema, hipertensi, dan sesak napas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien adalah tingkat pendidikan.Tujuan: Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Desain Penelitian: Yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 58 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat kepatuhan yang lebih baik dibandingkan dengan responden yang berpendidikan rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,014 (p < 0,05), sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan Kesimpulan: Bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi pula kepatuhan pasien dalam membatasi asupan cairan. Saran : Kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi yang lebih intensif dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien guna meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan, serta mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan pada pasien gagal ginjal kronik.




