Hubungan Metode Spinal Anestesi Dengan Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2204Keywords:
Metode Spinal Anestesi, ERACS, PONV, Sectio CaesareaAbstract
Post operative nausea and vomiting (PONV) masih menjadi salah satu keluhan yang sering dialami pasien setelah operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal dan dapat menghambat kenyamanan serta proses pemulihan setelah operasi. Perbedaan pendekatan dalam manajemen perioperatif, khususnya antara metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dan metode konvensional, diduga berperan terhadap munculnya PONV melalui variasi penggunaan opioid dan strategi pemulihan setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara metode spinal anestesi dengan kejadian PONV pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 30 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,007 (α = 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara metode spinal anestesi dengan kejadian PONV. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan metode ERACS tidak hanya berperan dalam mempercepat proses pemulihan, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan kejadian PONV pada pasien post operasi sectio caesarea. Dengan demikian, metode ERACS muncul sebagai pendekatan perioperatif yang menjanjikan dalam meningkatkan kualitas asuhan dan pengalaman pemulihan pasien secara keseluruhan.




