Hubungan Kebiasaan Merokok Dan Konsumsi Kopi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Polowijen
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2219Keywords:
Merokok, Konsumsi Kopi, Glukosa Darah, Diabetes Melitus Tipe 2Abstract
Merokok dan konsumsi kopi merupakan kebiasaan yang dapat memengaruhi metabolisme glukosa. Nikotin diketahui meningkatkan resistensi insulin, sedangkan kafein menurunkan sensitivitas insulin dan berpotensi menaikkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan konsumsi kopi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 73 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Polowijen, Malang. Data kebiasaan merokok dan konsumsi kopi dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, sedangkan kadar glukosa darah puasa diperiksa menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 59,7 tahun dengan distribusi jenis kelamin seimbang. Sebanyak 56,2% responden memiliki kebiasaan merokok dan 83,6% mengonsumsi kopi. Rata-rata kadar glukosa darah puasa adalah 193,1 mg/dL, dengan 91,8% responden mengalami hiperglikemia. Kebiasaan merokok berhubungan signifikan dengan kadar glukosa darah (OR = 7,88; r = 0,676; p < 0,001), demikian pula konsumsi kopi (OR = 42,86; r = 0,449; p < 0,001). Perokok memiliki peluang hampir delapan kali lebih besar mengalami hiperglikemia, sedangkan peminum kopi sekitar 43 kali lebih besar dibandingkan yang tidak mengonsumsi kopi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan konsumsi kopi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Edukasi gaya hidup sehat, berhenti merokok, serta konsumsi kopi secara moderat penting dalam mendukung manajemen Diabetes Melitus Tipe 2.




