Hubungan Penggunaan Internet Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Siswa SMP Negeri 1 Tompasobaru Kabupaten Minahasa Selatan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.2393Keywords:
Penggunaan Internet, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja, Siswa SMPAbstract
Latar Belakang: Penggunaan internet memberi peluang bagi remaja untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, tetapi dapat membuka akses terhadap informasi yang tidak sesuai usia, termasuk informasi dan konten seksualitas, sehingga berpotensi memengaruhi perilaku seksual berisiko. Tujuan: mengetahui hubungan penggunaan internet dengan perilaku seksual berisiko pada siswa SMP Negeri 1 Tompasobaru, Kabupaten minahasa selatan. Metoden: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desian analitik korelasional cross-sectional . Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Tompasobaru sebanyak 233 siswa. Sampel sebanyak 150 siswa ditentukan menggunakan rumus slovin, teknik pengambilan probability rendom sempling dan data di analisi menggunakan uji spearman rank. Hasil: Penelitian menunjukan mayoritas penggunaan internet tinggi 86 responden ( 57,%), sedangkan perilaku seksual tinggi 105 responden (70,0%). Hasil uji statistik penggunaan internet dengan pengetahuan tentang perilaku seksual dengan nilai p=0.878, penggunaan internet dengan sikap tentang perilaku seksual dengan nilai p=0.368, penggunaan internet dengan tindakan tentang perilaku seksual dengan nilai p=0.017, dan penggunaan internet dengan perilaku seksual berisiko dengan nilai p= 0.033. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaaan internet dengan perilaku seksual berisiko pada siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Tompasobaru Kabupaten Minahasa Selatan.




