Hubungan Penyakit Penyerta Dengan Kejadian BBLR Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2023
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.254Keywords:
Bayi Berat Lahir Rendah, Penyakit Penyerta, Ibu HamilAbstract
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, dan penyakit penyerta dengan kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2023. Penelitian menggunakan desain case-control retrospektif dengan jumlah sampel 148 responden yang terdiri atas 74 kasus (ibu dengan bayi BBLR) dan 74 kontrol (ibu dengan bayi berat lahir normal). Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,560; OR = 0,560), namun terdapat hubungan yang sangat signifikan antara usia kehamilan dan kejadian BBLR (p = 0,000; OR = 19,500) serta antara penyakit penyerta dengan kejadian BBLR (p = 0,000; OR = 11,242). Kesimpulan: ibu hamil dengan penyakit penyerta memiliki risiko 11 kali lebih besar, dan usia kehamilan preterm atau postterm meningkatkan risiko 19 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR. Penatalaksanaan dini terhadap penyakit penyerta dan pemantauan kehamilan secara optimal sangat penting dilakukan guna menekan risiko BBLR.




