Hubungan Posisi Pasien Dengan Keberhasilan Spinal Anestesi Pada Pasien Bedah Urologi Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

Authors

  • Ita Oktaviana Universitas Harapan Bangsa
  • Tophan Heri Wibowo Universitas Harapan Bangsa
  • Ita Apriliyani Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.291

Keywords:

Keberhasilan Spinal Anestesi, Posisi Pasien

Abstract

Keberhasilan spinal anestesi penting untuk mengurangi risiko penyuntikan berulang dan komplikasi. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan menentukan titik acuan, pengalaman penyedia layanan, serta posisi punggung pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberhasilan spinal anestesi dengan posisi pasien. Penelitian menggunakan desain observasional potong lintang dengan 41 responden melalui total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan koefisien kontigensi. Hasil menunjukkan 51% pasien berada pada Hamstring Stretch Position (HSP) dan 49% pada Crossed Leg Sitting Position (CLSP), dengan sebagian besar memerlukan satu kali penyuntikan. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara posisi HSP dan CLSP terkait keberhasilan spinal anestesi. Keberhasilan dipengaruhi kemampuan pasien melakukan fleksi tulang belakang sehingga mempermudah palpasi prosesus spinosus dan penetrasi jarum ke ruang subaraknoid.

Published

2025-12-30

How to Cite

Ita Oktaviana, Tophan Heri Wibowo, & Ita Apriliyani. (2025). Hubungan Posisi Pasien Dengan Keberhasilan Spinal Anestesi Pada Pasien Bedah Urologi Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 2008–2013. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.291

Issue

Section

Articles