Hubungan Paparan Pornografi Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.296Keywords:
Perilaku Seksual Berisiko, Paparan Pornografi, RemajaAbstract
Perilaku seksual adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja yang berkaitan dengan hasrat dan ekspresi seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku ini dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, hingga hubungan seksual. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 21 juta kehamilan pada remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Survei Nasional Kesehatan Republik Indonesia (SKRI) pada 2020-2021 menemukan bahwa 2,4% remaja berusia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di Kota Yogyakarta, kasus kehamilan remaja tersebar merata di empat kabupaten, dengan jumlah kasus tertinggi di Sleman (228 kasus), diikuti Bantul (224 kasus), Gunungkidul (133 kasus), dan Kulonprogo (86 kasus).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan jumlah populasi sebanyak 213 siswa. Sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% menghasilkan 139 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 139 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai paparan dan 9 pertanyaan mengenai perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0.00 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja.




