Digitalisasi Pelayanan Farmasi: Dampaknya Terhadap Efisiensi Operasional Di Klinik Bina Husada 1
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.303Keywords:
Digitalisasi, Pelayanan Farmasi, Efisiensi Operasional, Akurasi Pemberian Obat, Waktu Tunggu Pelayanan Resep, Manajemen Stok ObatAbstract
Digitalisasi merupakan proses pengubahan Inf.ormasi ke dalam format digital yang memanfaatkan Teknologi Inf.ormasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini menjadikan pilihan yang strategis, selain itu juga tuntutan regulatif untuk peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi terhadap akurasi pemberian obat, mengukur efektivitas digitalisasi dalam mempercepat pelayanan resep, serta mengevaluasi peran digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi stok obat di Klinik Bina Husada 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik untuk membandingkan indikator efisiensi operasional sebelum dan sesudah digitalisasi pada pelayanan farmasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh resep yang diterima instalasi farmasi dalam kurun waktu penelitian sebanyak 2540 resep dengan jumlah sampel 100 resep. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan membagi berdasarkan kategori populasi yaitu resep racikan dan non-racikan. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel. Variabel independen adalah implementasi sistem digital, sedangkan variabel dependen adalah efisiensi operasional yang diukur melalui tiga indikator utama yaitu akurasi pemberian obat, waktu tunggu pelayanan resep dan manajemen stok obat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, digitalisasi pelayanan farmasi berkontribusi positif terhadap aspek akurasi dan manajemen stok obat tetapi belum optimal dalam waktu tunggu pelayanan resep, sehingga perlu adanya perbaikan sistem, pelatihan SDM dan integrasi alur kerja yang lebih menyeluruh.




