Faktor Predisposisi Yang Mempengaruhi Financial Toxicity Pada Pasien Kanker Di RSUD Brigjen H. Hasan Basri Kandangan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.330Keywords:
Financial Toxicity, Pasien Kanker, PendapatanAbstract
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan negara berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi beban biaya pengobatan yang sangat besar. Kondisi ini menimbulkan Financial toxicity, yaitu tekanan finansial akibat biaya perawatan kanker yang berdampak pada kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, dan hasil klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi yang memengaruhi Financial toxicity pada pasien kanker di RSUD Brigjen H. Hasan Basri Kandangan, sekaligus mengidentifikasi rata-rata tingkat Financial toxicity dan faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Comprehensive Score for Financial toxicity (COST), sedangkan analisis dilakukan melalui uji univariat, bivariat dengan korelasi Spearman, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Financial toxicity dengan pendapatan (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,002), dan metastasis (p=0,000). Rata-rata skor Financial toxicity responden berada pada kategori tinggi, menandakan besarnya beban finansial yang ditanggung pasien. Analisis regresi logistik menegaskan bahwa pendapatan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi Financial toxicity. Temuan ini menjawab seluruh pertanyaan penelian tentang faktor predisposisi yang signifikan adalah pendapatan, pendidikan, dan metastasis; Rerata Financial toxicity berada pada kategori tinggi; dan Pendapatan menjadi determinan utama. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan, perluasan cakupan jaminan kesehatan, serta edukasi finansial bagi pasien berpenghasilan rendah untuk menekan dampak Financial toxicity dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.




