Analisis Faktor Kinerja Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pambalah Batung

Authors

  • Patriyani Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Yati Afianti Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Hiryadi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.331

Keywords:

Kinerja Perawat, Kepuasan Pasien, Rawat Inap

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit sekaligus cerminan langsung dari kinerja perawat yang menjadi tenaga kesehatan dengan interaksi paling intensif. Di RSUD Pambalah Batung, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat tahun 2023 sebesar 79,56 poin menunjukkan kategori “Baik”, namun masih terdapat kesenjangan mutu pada aspek kompetensi pelaksana. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien rawat inap serta mengidentifikasi faktor kinerja yang paling dominan berpengaruh.  Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 138 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Kinerja perawat diukur melalui lima dimensi utama yaitu kualitas kerja, komunikasi, ketepatan waktu, kemampuan, dan inisiatif, sedangkan kepuasan pasien dinilai dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk hubungan bivariat dan regresi logistik untuk menentukan faktor dominan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kinerja perawat baik pada seluruh dimensi, dan sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan keperawatan (80,4%). Analisis statistik membuktikan bahwa semua dimensi kinerja berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Inisiatif perawat muncul sebagai faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,719 (CI 95%=2,477–24,054; p<0,001), yang berarti pasien delapan kali lebih berpeluang puas apabila dilayani oleh perawat dengan inisiatif tinggi.  Temuan ini sejalan dengan Expectancy-Disconfirmation Theory dari Oliver yang menegaskan bahwa kepuasan timbul ketika pelayanan memenuhi atau melampaui harapan, serta memperkuat teori caring Jean Watson yang menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan komunikasi terapeutik dalam membentuk pengalaman positif pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan keperawatan perlu diarahkan pada penguatan sikap proaktif, komunikasi empatik, dan perilaku caring, di samping kompetensi teknis, agar kepuasan pasien dapat semakin optimal.

Published

2025-12-08

How to Cite

Patriyani, Yati Afianti, & Hiryadi. (2025). Analisis Faktor Kinerja Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pambalah Batung. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 1586–1594. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.331

Issue

Section

Articles