Gambaran Kejadian Menggigil Pada Pasien Post Anestesi Spinal Di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Bhayangkara Ruwa Jurai Bandar Lampung

Authors

  • A. Zulkifli Universitas Harapan Bangsa
  • Danang Tri Yudono Universitas Harapan Bangsa
  • Martyarini Budi Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.337

Keywords:

Menggigil, Anestesi Spinal, Indeks Massa Tubuh, Lama Operasi

Abstract

Menggigil merupakan komplikasi umum pasca anestesi spinal yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, peningkatan kebutuhan oksigen, dan risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kejadian menggigil pada pasien post anestesi spinal berdasarkan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan lama operasi. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di IBS RS Bhayangkara Ruwa Jurai Bandar Lampung pada April 2025 dengan 97 responden melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Crossley & Mahajan Shivering Scale. Hasil menunjukkan kejadian menggigil paling banyak terjadi pada pasien usia lanjut, perempuan, IMT rendah, dan durasi operasi 60 menit. Derajat menggigil terbanyak adalah derajat 1 dan 2. Faktor usia, jenis kelamin, IMT, dan lama operasi berpengaruh terhadap kejadian menggigil. Hasil ini dapat menjadi dasar penyusunan SOP penanganan menggigil di ruang operasi.

Published

2025-12-26

How to Cite

Zulkifli, A., Danang Tri Yudono, & Martyarini Budi. (2025). Gambaran Kejadian Menggigil Pada Pasien Post Anestesi Spinal Di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Bhayangkara Ruwa Jurai Bandar Lampung. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 1936–1944. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.337

Issue

Section

Articles