Hubungan Tingkat Pengetahuan WUS Tentang Skrining IVA Dengan Perilaku Mengikuti IVA Di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.340Keywords:
Skrining IVA, WUS, PengetahuanAbstract
Skrining IVA merupakan metode sederhana, murah, dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks dengan sensitivitas tinggi (94,6%), hasil cepat, serta dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Kesadaran WUS untuk melakukan skrining IVA masih sangat rendah, hal ini dilihat dari cakupan IVA di Puskesmas Paliyan tahun 2024 sebanyak 52 orang. Desa Grogol memiliki cakupan IVA paling rendah sebanyak 3 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul. Metode yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 148 WUS dan sampel yang di gunakan sebanyak 60 WUS yang di pilih secara Stratified Random Sampling dan Simple random sampling di 6 Dusun yang ada di Desa Grogol diantaranya Grogol, Gerjo, Karangmojo A, Karangmojo B, Senedi dan Tungu yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan Eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Dari hasil penelitian di dapatkan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA mayoritas kurang yaitu 27 (45,0%) dan perilaku pemeriksaan IVA mayoritas tidak melakukan yaitu sejumlah 49 (68,3%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p velue = 0,000 (<0,05), dan Nilai Cramer's V sebesar 0,900. Dapat di simpulkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul.




