Perbedaan Angka Kejadian Hipotermi pada Post Anestesi Pasien Sectio Caesarea dengan ERACS dan non-ERACS Teknik Spinal Anestesi di RSI Purwokerto
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.351Keywords:
Anestesi, ERACS, Hipotermi, Non-ERACS, Sectio CaesareaAbstract
Hipotermia perioperatif sering terjadi pada perempuan yang menjalani operasi caesar akibat anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan menilai kejadian hipotermia dan perbedaan suhu tubuh pada pasien pasca anestesi spinal dengan metode ERACS dan non-ERACS di RS Islam Purwokerto. Desain penelitian observasional analitik cross-sectional melibatkan 32 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data suhu tubuh dikumpulkan ±5 menit pre-operasi dan 15 menit post-operasi, dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun, suhu tubuh 33-35,9°C (96,9%), dan 40,6% mengalami menggigil. Tidak terdapat perbedaan signifikan suhu tubuh antara kelompok ERACS dan non-ERACS pada fase pre-anestesi (p=0,068) maupun post-anestesi (p=0,239). Kesimpulannya, meskipun metode ERACS tidak signifikan, tren penurunan suhu lebih banyak terjadi pada non-ERACS, sehingga perlu penelitian lebih lanjut.




