Hubungan Gender Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Pada Lansia Yang Menderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.366Keywords:
Gender, Indeks Massa Tubuh, Kadar Gula Darah, Diabetes MelitusAbstract
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang meningkat secara global, terutama pada lanjut usia. Gender dan IMT diduga mempengaruhi kadar gula darah, namun pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama di wilayah kerja Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Gender dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar gula darah pada lansia di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut, Palangkaraya. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 48 responden yang dipilih melalui Quota Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Regresi Linear Berganda. Hasil : Hasil analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan dan bermakna antara gender dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah lansia ditunjukkan oleh hasil perhitungan X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,001<0,05 dan nilai F hitung 8.561 > F table 2.014, H1 diterima. Artinya, terdapat hubungan gender (X1) dan indeks massa tubuh (IMT) (X2) secara stimultan terhadap kadar gula darah (Y). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna dan signifikan antara Gender dan IMT Dengan Kadar Gula Darah. Artinya gender salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya kadar gula darah dan ketika semakin meningkatnya IMT dapat meningkatkan resiko kadar gula darah.




