Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Post Orif Fraktur Femur Dextra Dengan Penerapan Range Of Motion (ROM) Pasif Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.390Keywords:
Fraktur Femur, Gangguan Mobilitas Fisik, ROM Pasif, ORIFAbstract
Fraktur femur merupakan cedera tulang yang disertai kerusakan jaringan lunak dan membutuhkan tindakan medis untuk pemulihan. Salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah operasi adalah gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pasien post-ORIF fraktur femur kanan dengan gangguan mobilitas fisik serta menilai efektivitas terapi Range of Motion (ROM) pasif dalam meningkatkan kemampuan gerak. Penelitian dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada seorang pasien berusia 32 tahun menggunakan metode studi kasus yang mencakup pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Intervensi berupa latihan ROM pasif diberikan untuk memperluas rentang gerak sendi, memperkuat otot, dan mengurangi nyeri. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak setelah dua hari terapi. Meskipun mobilitas belum pulih sepenuhnya, latihan ROM pasif terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi gerak. Disarankan latihan dilanjutkan secara mandiri setelah pasien pulang guna mencegah kekakuan sendi dan meningkatkan kualitas hidup.




