Pengaruh Pemberian Hot Pack Terhadap PONV (Post Operative Nausea and Vomitus) Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di IHC Rumah Sakit Lavalette Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.405Keywords:
Hot Pack, PONV, Anestesi Umum, Terapi Non-Farmakologis, Peristaltik UsusAbstract
Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu efek samping yang sering muncul setelah tindakan pembedahan dengan anestesi umum dan dapat memperlambat proses pemulihan pasien. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang berpotensi menurunkan PONV adalah pemberian hot pack, yang diharapkan mampu menstimulasi kembali gerak peristaltik usus yang menurun pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian hot pack terhadap tingkat PONV pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum di RS IHC Lavalette Kota Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pre-test post-test control group. Sebanyak 68 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan pemberian hot pack pada area abdomen region 7–9 selama 15 menit pada suhu 40°C. Intensitas PONV diukur menggunakan Nausea Vomiting Scale (NVS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan penurunan tingkat PONV yang signifikan pada kelompok intervensi, dari rata-rata 2,53 menjadi 1,59 (penurunan sebesar 0,94; p<0,05), sedangkan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan (p=0,321). Hal ini mengindikasikan bahwa hot pack berpengaruh terhadap penurunan PONV dalam kelompok intervensi, namun belum menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi hot pack dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk mendukung pemulihan pasien pasca operasi, meskipun penelitian lanjutan dengan kontrol variabel lebih ketat disarankan.




