Metode Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Paminggir
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.408Keywords:
Fenomenologi, Gangguan Jiwa, Keluarga, Pengalaman, Perawatan KeluargaAbstract
Di Indonesia, keluarga memegang peran sentral dan menjadi tulang punggung utama dalam perawatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Meskipun sistem layanan kesehatan modern terus berkembang, tanggung jawab ini sering kali diemban oleh keluarga dengan menanggung beban emosional dan fisik yang berat. Keterbatasan sumber daya, stigma masyarakat, dan kurangnya pemahaman yang mendalam tentang kondisi pasien menjadi tantangan besar. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengalaman keluarga dalam menghadapi situasi ini sangatlah kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif keluarga dalam menjalani proses perawatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Fokusnya adalah memahami bagaimana keluarga memaknai, menghadapi, dan beradaptasi dengan kondisi ini dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi koping yang mereka gunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah tujuh orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan (field notes) untuk menangkap nuansa pengalaman partisipan secara utuh. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari tujuh tahapan, dimulai dari transkripsi wawancara hingga identifikasi tema-tema yang esensial. Berdasarkan analisis, ditemukan enam tema utama. 1) Beban psikologis merawat keluarga gangguan jiwa, 2) Tantangan merawat keluarga dengan gangguan jiwa, 3) Dukungan sosial keluarga dalam perawatan, 4) stigma masyarakah, 5) Keterampilan keluarga merawat keluarga ganguan jiwa 6) Makna merawat anggota keluarga dengan ganguan jiwa.Temuan ini menegaskan perlunya integrasi perspektif holistik dalam praktik keperawatan, dengan mengedepankan pendekatan yang berpusat pada keluarga. Hasil penelitian ini juga menjadi landasan untuk mengembangkan intervensi yang berfokus pada keluarga, meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap kebutuhan keluarga, dan memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga dalam sistem pelayanan yang lebih inklusif dan suportif.




