Integrasi Penanganan Kelelahan Pasca Stroke Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan: Sebuah Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.424Keywords:
Kelelahan Pasca Stroke, Rehabilitasi, Pelayanan KesehatanAbstract
Kelelahan pasca stroke (Post-Stroke Fatigue / PSF) merupakan salah satu komplikasi non-motorik paling umum yang dialami oleh penyintas stroke, dengan prevalensi mencapai 30–70%. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, proses rehabilitasi, serta risiko kekambuhan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur ilmiah mengenai pendekatan penanganan PSF dan menganalisis integrasi intervensi tersebut dalam sistem pelayanan kesehatan, guna menghasilkan rekomendasi bagi peningkatan kualitas rehabilitasi pasca stroke yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar selama periode 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas epidemiologi, mekanisme, serta manajemen PSF dalam konteks sistem pelayanan kesehatan. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa PSF disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor biologis (disfungsi neurotransmiter dan inflamasi), psikologis (depresi, stres, gangguan tidur), dan sosial (dukungan keluarga, isolasi sosial). Pendekatan multidisipliner dan terintegrasi terbukti paling efektif dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan hasil rehabilitasi. Implementasi integrasi layanan di beberapa negara (misalnya Inggris dan Skandinavia) terbukti menurunkan angka rehospitalisasi hingga 18–22%, namun di Indonesia penerapannya masih terbatas, dengan hanya 27% rumah sakit rujukan stroke memiliki program rehabilitasi komprehensif. Integrasi penanganan PSF dalam sistem pelayanan kesehatan merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas rehabilitasi dan kualitas hidup penyintas stroke.




