Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.465Abstract
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi lahir <2.500 gram, indikator utama kesehatan perinatal karena tingkatkan risiko kesakitan dan kematian bayi. Faktor ibu pengaruhnya usia muda (<20 tahun) atau tua (>35 tahun), paritas tinggi, usia kehamilan, status gizi (IMT), serta komplikasi seperti anemia, hipertensi, atau diabetes melitus. Data UNICEF 2020 terdapat 19,8 juta bayi BBLR, sedangkan Indonesia 0,7%, dan Sleman menduduki peringkat ketiga di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu 7,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan status gizi (IMT) dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir pada periode Januari–Desember 2024 sebanyak 404 bayi. Sampel penelitian berjumlah 132 bayi dengan perbandingan 1:1, terdiri dari 66 bayi BBLR (<2500 gram) sebagai kelompok kasus yang ditentukan dengan total sampling, dan 66 bayi tidak BBLR (≥2500 gram) sebagai kelompok kontrol yang ditentukan menggunakan simple random sampling. Data penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Usia kehamilan kunci pencegahan BBLR. Saran: kepada tenaga kesehatan untuk tingkatkan edukasi prenatal perencanaan kehamilan usia ideal (20-35 tahun), pemantauan gizi, dan deteksi dini komplikasi untuk mengurangi terjadinya BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping




