Hubungan Dukungan Sosial Dengan Distres Psikologis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.471Keywords:
Dukungan Sosial, Diabetes Melitus Tipe 2, Distress PsikologisAbstract
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan distres psikologis. Dukungan sosial dari keluarga maupun lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien mengatasi beban psikologis dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 95 responden penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial dan skala distres psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori sedang (48,4%), sementara mayoritas mengalami distres psikologis kategori tinggi (42,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis (r = -0,525; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah distres psikologis penderita DM tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita DM tipe 2. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang dapat menurunkan tekanan psikologis pasien.




