Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Jombang, Jember
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.478Keywords:
Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup, TuberkulosisAbstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan angka kejadian dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat sesuai pedoman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien TBC di wilayah kerja UPT. Puskesmas Jombang pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 52 responden yang dipilih secara simple random sampling dari populasi 69 pasien TBC. Instrumen yang digunakan adalah MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan WHOQoL-BREF untuk mengukur kualitas hidup pada empat domain: fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pasien memiliki kepatuhan minum obat tinggi (46,2%) dan kualitas hidup yang bervariasi, dengan sebagian besar kualitas hidup fisik dan lingkungan berada pada kategori tinggi, sedangkan kualitas hidup psikologis dan sosial cenderung sedang. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada semua domain (p-value = 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kepatuhan pasien, semakin baik kualitas hidupnya. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi, dukungan keluarga, dan pemantauan pengobatan secara konsisten melalui strategi DOTS untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kesejahteraan pasien TBC secara menyeluruh.




