Gambaran Kondisi Hubungan Sosial Siswa Korban Bullying Verbal Dan Fisik Ringan Di SMP Hasanuddin 10 Semarang (Studi Kasus Siswa Korban Bullying di SMP Hasanuddin 10 Semarang)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.484Keywords:
Bullying, Kondisi Hubungan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika kondisi hubungan sosial siswa yang menjadi korban bullying verbal dan fisik ringan di SMP Hasanuddin 10 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima responden yang mengalami bullying serta sembilan informan pendukung yang terdiri dari guru, wali kelas, serta teman sebaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bullying mengalami gangguan pada aspek fisik, psikis, dan sosial yang saling berkaitan. Pada aspek fisik, korban sering merasakan ketegangan, kelelahan, serta keluhan psikosomatis. Pada aspek psikis, muncul kecemasan, penurunan rasa percaya diri, serta sensitivitas emosional. Sementara itu, pada aspek sosial, korban cenderung menarik diri, membatasi interaksi, dan kesulitan membangun relasi yang lebih luas. Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan sosial, situasional, dan kontekstual yang membentuk pola hubungan sosial korban. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan menyeluruh dari pihak sekolah, teman sebaya, dan keluarga agar siswa korban bullying dapat kembali memiliki rasa aman serta kemampuan berinteraksi yang sehat.




