Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.491Keywords:
Neonatus, Menyusui Tidak Efektif, Terapi Oromotor, Asuhan KeperawatanAbstract
Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.




