Implementasi ROM Aktif Pada Pasien Osteosarkoma Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.493Keywords:
Osteosarcoma, ROM Aktif, Mobilisasi, Fungsi GerakAbstract
Osteosarcoma merupakan kanker tulang yang bersifat agresif dan dapat bermetastasis, sehingga menyebabkan gangguan fungsi gerak akibat kerusakan jaringan serta proses pengobatan yang dijalani. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak pada pasien post operasi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif terhadap peningkatan aktivitas gerak pada pasien post operasi osteosarcoma. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian hingga evaluasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27–29 Agustus 2025 di Ruang Aster RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap satu responden yang diberikan latihan ROM aktif selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas gerak, penurunan kekakuan, serta membaiknya kekuatan otot setelah dilakukan intervensi, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas ringan secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ROM aktif efektif dalam meningkatkan fungsi mobilisasi pada pasien post operasi. Kesimpulannya, latihan ROM aktif terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kemampuan gerak pasien osteosarcoma dan dapat menjadi intervensi pendukung yang dipadukan dengan terapi farmakologis guna mempercepat proses pemulihan.




