Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Modayag Bolaang Mongondow Timur
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.499Keywords:
Hypertension; Body Mass Index; Older Adults; Overweight and Obesity; Primary Health CareAbstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan erat dengan peningkatan Body Mass Index (BMI). Kelebihan berat badan pada usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis seperti resistensi perifer dan aktivasi sistem saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat terstandar. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,3% responden mengalami hipertensi, dengan proporsi tertinggi pada kelompok overweight (68,2%) dan obesitas (80%). Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara BMI dan hipertensi (p = 0,012). Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian berat badan melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah perlu diperkuat dalam pelayanan kesehatan lansia.




