Pengetahuan Dan Tindakan Pencegahan Stunting Pada Kader Kesehatan Dan Ibu Muda
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.506Keywords:
Stunting, Kader Kesehatan, Ibu Muda, Edukasi Budaya, Tumbuh Kembang AnakAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, terutama di wilayah miskin ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting pada kader kesehatan dan ibu muda serta mengeksplorasi pengaruh nilai budaya lokal terhadap praktik pengasuhan dan gizi anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 104 responden (10 kader dan 94 ibu muda) di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah dimodifikasi dan divalidasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting dalam kategori tinggi (pengetahuan ibu 62,77%, kader 70%; tindakan ibu 79,79%, kader 90%). Namun, ditemukan pengaruh nilai budaya lokal, seperti pantangan makanan, kepercayaan terhadap makanan tradisional, dan pengaruh tokoh adat/agama dalam praktik pemberian makan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengetahuan dan tindakan saja belum cukup untuk menurunkan prevalensi stunting jika tidak diimbangi dengan intervensi lintas sektor yang sensitif budaya. Studi ini memberikan rekomendasi untuk merancang intervensi edukatif berbasis budaya lokal yang melibatkan komunitas secara aktif. Keterbatasan studi adalah belum mengukur dampak langsung terhadap status gizi anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model intervensi dan media edukasi yang terintegrasi.




