Hubungan Burnout Syndrome, Stres Kerja Dan Kompensasi Dengan Pelayanan Kebidanan Di RSUD Budhi Asih Kota Jakarta Timur Tahun 2025 – 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.516Keywords:
Burnout Syndrome, Bidan, Kompensasi, Stres Kerja, Pelayanan KebidananAbstract
Pelayanan kebidanan yang berkualitas merupakan faktor penting dalam menjamin kesehatan dan keselamatan ibu bersalin. Kualitas pelayanan kebidanan tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi klinis, tetapi juga oleh kondisi psikologis dan kesejahteraan bidan, seperti burnout syndrome, stres kerja, dan kompensasi. Tingginya tuntutan kerja di ruang bersalin dan nifas berpotensi meningkatkan tekanan psikologis bidan yang dapat berdampak pada mutu pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout syndrome, stres kerja dan kompensasi dengan pelayanan kebidanan di ruang bersalin dan nifas RSUD Budi Asih Kota Jakarta Timur Tahun 2025–2026. Studi dilakukan pada 42 responden bidan di ruang bersalin dan nifas, menggunakan total sampling dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian di ketahui bahwa terdapat hubungan burnout syndrome dengan pelayanan kebidanan (p=0,000), terdapat hubungan stres kerja dengan pelayanan kebidanan (p=0,000) dan terdapat hubungan kompensasi dengan pelayanan kebidanan (p=0,000). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi bidan yang mengalami burnout syndrome dan stres kerja serta kompensasi sehingga dapat melakukan pelayanan kebidanan dengan baik.




