Pengaruh Warm Blanket Terhadap Kejadian Shivering Pada Pasien Sectio Caesarea Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Krakatau Medika
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.541Keywords:
Warm Blanket, Shivering, Sectio Caesarea, Hipotermia, Keperawatan PerioperativeAbstract
Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan obstetri yang berisiko menimbulkan shivering akibat gangguan termoregulasi selama pembedahan dan efek anestesi spinal. Shivering dapat meningkatkan kebutuhan oksigen, memperberat nyeri pascaoperasi, serta memperlambat proses pemulihan. Warm blanket merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh pasien dan mencegah hipotermia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering pada pasien sectio caesarea. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 17 pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran shivering dilakukan sebelum dan sesudah pemberian warm blanket menggunakan observasi suhu tubuh dan derajat shivering. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi kejadian shivering didominasi kategori sedang (47,1%), sedangkan setelah intervensi didominasi kategori ringan (76,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering dengan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa warm blanket efektif menurunkan kejadian shivering pada pasien sectio caesarea dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan perioperatif.




