Hubungan Tingkat Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus Komplikasi Di Puskesmas Trangkil Pati
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.544Keywords:
Tingkat Spiritual, Kualitas Hidup, Diabetes MellitusAbstract
Diabetes Melitus (DM) pada lansia menjadi salah satu ancaman kesehatan global, di seluruh dunia hampir setengah miliar orang hidup dengan diabetes melitus. Diabetes Mellitus dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan. Lansia penderita diabetes melitus yang sehat secara spiritual (tingkat spirirtual tinggi) dapat menggunakan keyakinan mereka untuk melakukan koping terhadap penyakit, nyeri, dan tekanan hidup yang dialami. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebagian dari populasi penelitian dengan pengambilan sampel sebanyak 50 responden dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas yaitu kuesioner DSES (Daily Spiritual Experience Scale) dan kuesioner DQoL (Diabetes Quality of Life). Analisis data yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman rank dengan nilai signifikan a=0,05, yang apabila nilai P < 0,05 maka Ha diterima yang mana terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel. Dan apabila P > 0,05 maka Ha ditolak yang mana tidak ada korelasi yang bermakna antara dua variabel tersebut. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas responden dengan tingkat spiritualitas tinggi sebanyak 24 (48%) dan responden dengan kualitas hidup tinggi sebanyak 30 (60%). Hasil uji statistik Rank Spearman diperoleh p value=0,010 (p value < 0,05) yang berarti ada hubungan tingkat spritual dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus komplikasi di Pukesmas Trangkil.




