Hubungan Intensitas Bermedia Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja SMK Islam Donomulyo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.545Keywords:
Keperawatan, Media Sosial, Kualitas Tidur, RemajaAbstract
Latar belakang: Pola penggunaan media sosial pada kelompok usia remaja menunjukkan kecenderungan meningkat seiring dengan kemajuan teknologi digital dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, terutama kualitas tidur. Penggunaan media sosial yang dilakukan secara intens, khususnya menjelang waktu tidur, dapat mengganggu regulasi tidur fisiologis, mengurangi durasi tidur efektif, serta berdampak pada fungsi kognitif, kondisi fisik, dan stabilitas emosional. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara pola intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur pada remaja SMK Islam Donomulyo.. Metode: Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain potong lintang sebagai kerangka penelitian.. Seluruh siswa kelas XI SMK Islam Donomulyo dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Tingkat keterlibatan responden dalam penggunaan media sosial diukur menggunakan instrumen Social Media Intensity Scale (SMIS), sementara kualitas tidur dievaluasi melalui Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hubungan antara kedua variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada tingkat intensitas bermedia sosial tinggi serta memiliki kualitas tidur yang tergolong kurang baik. Analisis statistic memperlihatkan adanya asosuasi yang sangat kuat dan bermakna antara tingkat intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur. (r = 0,996; p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa Semakin meningkat intensitas keterlibatan remaja dalam media sosial, semakin besar kecenderungan terjadinya penurunan kualitas tidur.. Simpulan: Pola penggunaan media sosial memiliki hubungan secara signifikan dengan kualitas tidur remaja di SMK Islam Donomulyo. Penguatan pengendalian penggunaan media sosial serta edukasi mengenai perilaku tidur sehat (sleep hygiene) diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung kualitas tidur remaja.




